MAKALAH
”MEMBINA
HUBUNGAN BAIK DENGAN TEMAN”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
BK Pribadi Sosial
Dosen Pengampu : Sukoco
KW, M.Pd
Nama
: Restu Hidayat
NPM : 1111500042
Semester/Kelas : III C
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Jl. Halmahera KM. 1 Kota Tegal –
Telp/Fax (0283) 351082
2012
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,Puji
syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat,
inayah, taufik-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Makalah
ini disusun dalam rangka untuk melaksanakan tugas dari dosen kami Bapak Sukoco KW, M.Pd selaku pengampu
Mata Kuliah BK Pribadi Sosial
. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah
ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini saya akui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki
sangat kurang. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Tegal,
Desember 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL................................................................................................... i
KATA
PENGANTAR .............................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ............................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 4
C. Tujuan ......................................................................................................... 4
BAB
II PEMBAHASAN
A. Tips-Tips Membina Hubungan Baik Dengan Teman..................................... 5
B. Manfaat
Berteman dengan Orang yang Baik.............................................. 12
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan .............................................................................................. 12
B.
Saran ........................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 18
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Permasalahan
Manusia sebagai makhluk
hidup dan makhluk sosial tidak bisa lepas dari hubungan antara sesama manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial kita pasti membutuhkan
bantuan orang lain, misalnya ada kesulitan PR kita tanya kepada teman, ketika
sakit kita pergi ke dokter, ketika membutuhkan makanan kita pergi ke minimarker
atau supermarket. Dalam menjalin hubungan ada tata cara yang harus diperhatikan
agar kita bisa memiliki banyak teman dan tidak membuat orang lain merasa tidak
suka terhadap kita. Ketrampilan atau keahlian berhubungan dengan orang
lain merupakan hal yang amat penting bagi kesuksesan seseorang. John Maxwell
menulis, “Semua keberhasilan hidup berasal dari memulai hubungan dengan orang
yang tepat dan kemudian memperkuat hubungan-hubungan itu dengan menggunakan
keterampilan yang baik dalam berhubungan.”
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana membina hubungan baik dengan teman?
2.
Apa
Manfaat
Berteman dengan Orang yang Baik?
C.
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Mengetahui
cara/tips-tips untuk menjalin hubungan baik dengan teman.
2. Mengetahui
Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik
3.
BAB I
PEMBAHASAN
A. Tips-Tips Membina Hubungan Baik
Dengan Teman
Berikut ini ada beberapa cara untuk menjaga hubungan baik dengan teman
ataupun dengan orang yang belum kita kenal. Berikut cara untuk mencaga sebuah
hubungan pertemanan :
1. Hormatilah teman
Teman ada yang sebaya dengan kita, bahkan ada yang
lebih tua dari kita oleh krenanya sudah sepantasnya kita menghormati dan
menyanyangi mereka.
2. Tidak bercanda
keterlaluan
Kalau kita bercanda gurau hal-hal yang kecil tidak masalah, tapi kalau
sudah diluar batas misalnya kita bergurau dengan menggunakan nama keluarga dari
teman kita atau kita bergurau dengan menyebarkan rahasia mereka, maka hal ini
bisa merusak hubungan pertemanan. Jadi pilih bahan yang baik dan jangan sampai
menyinggung teman kita.
3.
Sesekali kumpul
Biasanya kalau ada kesempatan di har libur sesekali ajak teman kita untuk
kumpul bareng, misalnya olahraga bareng, bersepeda bareng, mengaji bareng, ke
majelis taklim (pengajian) bareng, ke toko buku bareng, hal ini berfungsi
untuk mengakrabkan diri kita. Tapi jangan terlalu sering pergi ke luar bareng,
karena akan terasa jenuh.
4. Senang membantu Bantu
Bantulah teman jika mengalami kesulitan, misalnya teman sulit memahami
pelajaran, menemani teman untuk pergi ke toko buku. Membantu teman dalam hal
yang positif sangat dianjurkan tapi jangan sekali-kali membantu teman jika
mereka berbuat salah atau melanggar peraturan, misalnya ikut-ikutan teman
berkata jorok, ikut-ikutan teman melihat video porno, ikut-ikutan teman
pura-pura sakit di UKS, ikut-ikutan teman bermain game.
5. Ibadah berjamaah
Selain mendapatkan pahala yang berlipat, beribadah dengan teman akan
semakin menambah akrab dengan teman.
6. Saling mengingatkan
Ini harus kita biasakan, tapi ingat mengingatkan untuk kegiatan dan hal-hal
yang positif saja misalnya mengingatkan jangan terlalu rame, mengingatkan harus
mengerjakan tugas. Mengingatkan teman itu penting karena sifat dasar manusia
yang pelupa hampir ada di setiap manusia.
7. Berbagi
Kalau kita memiliki bekal lebih saling berbagi dan memberi dengan teman itu
adalah perbuatan yang terpuji dan harus dilakukan dalam kegiatan kita
sehari-hari.
8. Tersenyumlah
Senyum
adalah bahasa keramahan universal. Artinya dimanapun kita berada ketika kita
tersenyum pada seseorang hal itu pasti diartikan sebagai sikap ramah tamah!
Bahkan ada yang mengatakan,” “Senyum adalah lengkungan kecil yang
menyelesaikan banyak masalah besar.” Dalam kaitannya dengan menjalin hubungan
dengan orang lain banyak sekali manfaat senyuman, seperti : membuat mood tetap
positif, membuat kesan bersahabat kepada orang lain dsb.
9.
Berusahalah “hadir”
Kita bisa
ada disatu tempat, tapi sebenarnya kita tidak hadir disana. Mis: badan kita
bisa ada di ruang kuliah, namun hati kita ada dilapangan bola. Nah, untuk
menghadapi orang sulit kita harus bersedia “hadir” baik secara fisik maupun
mental
Dengan
“Hadir”, kita memberi kesan kepada mereka bahwa kita :
a.
Menghargai mereka
Tidak ada
yang lebih baik dalam berhubungan dibanding kehadiran diri kita secara utuh.
Dengan kita
hadir secara utuh )fisik dan hati) maka orag yang sedang kita ajak bicara akan
merasa dihargai.
b.
Siap mendengarkan mereka
Semua orang
suka didengarkan. Menurut para ahli ada 5 (lima) tahapan kebutuhan emosi
manusia (personal needs) yang harus kita perhatikan saat kita
berkomunikasi yaitu:
(1)
Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai
(2)Kebutuhan
untuk didengarkan dan dimengerti
(3)Kebutuhan
untuk dilibatkan
(4)Kebutuhan
untuk dipercayai
(5)Kebutuhan
untuk didukung.
10. Lakukan kontak mata
Dalam
berkomunikasi kontak mata itu amat sangat pengting.Kita perlu menatap lawan
bicara kita, tapi jangan sampai terkesan memelototinya. Bayangkan kalau
seseorang berbicara dengan anda tanpa menatap mata anda, pasti anda akan merasa
kurang dihargai.
Para
peneliti menyelidiki dan melihat seberapa banyak kontak mata yang umumnya
terjadi dalam interaksi satu lawan satu. Dan hasilnya kebanyakan orang
melakukan kontak mata sebanyak 45 - 60 % dari jumlah waktu yang mereka gunakan.
Apa akibat
dari kurangya kontak mata dalam berkomunikasi ?
a.
orang yang kurang melakukan kontak mata dipandang
negatif dalam beberapa hal.
b.
Mereka di
anggap licik,
c.
Mereka tidak
menarik dalam bersosialisasi
d.
mereka
dianggap kurang meyakinkan di bandingkan orang yang melakukan kontak mata lebih
banyak.
11. Hafalkan dan sebut nama
lawan bicara anda
Orang akan
sangat merasa dihargai ketika namanya dihafal dan sering diucapkan dalam sebuah
percakapan! Dale Carnegie (Bapak Motivasi Amerika) berkata : “ Hal paling merdu
didengar oleh seseorang adalah ketika ia dipangil namanya.”
Seorang
motivator Indonesia bahkan pernah berkata :” Mengucapkan nama dengan benar
membangun hubungan dan membuka banyak pintu.” Jadi, selalu usahakan untuk hafal
nama lawan bicara anda!
12. Sedikit bicara,
banyaklah mendengarkan
Orang sering
salah kaprah bahwa esensi dari komunikasi itu adalah berbicara. Padahal yang
benar adalah mendengarkan. Setiap orang suka didengarkan. Itu sebabnya Tuhan
menciptakan satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengarkan
daripada berbicara!
Orang akan
merasa sedih dan tidak bahagia ketika “tidak didengarkan” atau dikucilkan.
Ada
perbedaan antara sekedar mendengar dan mendengarkan.
a.
Mendengar (inggris - Hear )
Mendengar
tanpa menyimak, hanya sambil lalu saja.
Contoh :
kita mendengar kicauan burung ketika sedang membaca koran diteras rumah.
b.
Mendengarkan (inggris - Listen)
Ini berarti
mendengarkan dengan sungguh-sungguh, menyimak dengan serius.
Contoh : Murid
mendengarkan pengajaran guru di kelas
13. Berusaha memahami
Stephen
Covey (ahli manejemen dunia) mengatakan, salah satu kebiasaan orang yang sukses
adalah berusaha memahami orang lain dulu, baru minta dipahami! Lalu bagaimana
cara memahami orang lain ?
(a)
Berfokuslah kepadanya
Ketika
berbicara dengan seseorang, perhatian anda wajib diarahkan kepada lawan bicara
anda.Kalau anda suka lirak-lirik kekanan atau kekiri, lawan bicara anda akan
tahu bahwa anda tidak memperhatikan dirinya.
(b)
Berempatilah
Empati
adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain.
Misalnya,
ketika teman kita sedang senang maka kita paham dan bisa merasakan
kegembiraannya dan kita pun ikut tersenyum. Begitu pula ketika teman kita
mengalami kesulitan atau sedang sedih karena kehilangan orang yang dicintainya
maka kita bisa juga merasakan bagaimana perasaan kehilangan tersebut. Dengan
berempati berrati anda sudah memahami orang tersebut.
14. Angkatlah orang lain
John C.
Maxwell pernah mengajarkan sebuah prinsip yang disebutnya : ”Prinsip Lift.”
Prinsip ini
mengatakan bahwa hubungan yang kita bangun bisa menaikkan atau malahan
menjatuhkan orang lain. Seperti lift yang bisa naik dan turun.
Nah, kita
seharusnya sealu mengupayakan agar hubungan kita dengan orang lain selalu bisa
mengangkat orang tersebut! Bagaimana caranya ?
(a) Berikan
Pujian
Pujian
berdampak sangat positif pada jiwa manusia.Orang yang seringdipuji akan
menunjukan prestasi yang lebih baik disbanding dengan yang jarang dipuji.
(b) Berikan
dorongan
Semua orang
membutuhkan dorongan agar bisa berprestasi. Pernah diadakan penelitian tentang
ketahanan manusia berdiri di atas balok es. Peserta pertama di tempat tertutup
tanpa penonton yang menyoraki. Peserta ke dua di tempat terbuka dan disoraki
banyak orang. Hasilnya: yang disoraki dan di dukung banyak orang mampu bertahan
2 kali lebih lama daripada yang tidak.
kalau kita
ingin meningkatkan sukses dalam hidup ini, salah satu caranya adalah belajar
membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
B. Manfaat Berteman dengan Orang yang
Baik
Hadits di atas mengandung faedah
bahwa bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang
kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh
kebaikan dari yang dilakukan teman kita.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As
Sa’adi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
memberikan permisalan pertemanan dengan dua contoh (yakni penjual minyak wangi
dan seorang pandai besi). Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan
mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan
memeberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi
hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding
dengannya , engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi
tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang
yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi.
Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu.
Dia juga akan memeberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang
membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah,
berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan
kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam
perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti
sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling
terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.
Jika kita tidak mendapatkan
kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman
dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari
perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga
dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan
kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun
tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu,
baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan
membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan
kecintaanya kepadamu. (Bahjatu Quluubil Abrar148)
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
pemaparan makalah diatas, dapat disimpulkan bahwa Dalam menjalin hubungan
ada tata cara yang harus diperhatikan agar kita bisa memiliki banyak teman dan
tidak membuat orang lain merasa tidak suka terhadap kita. Ketrampilan
atau keahlian berhubungan dengan orang lain merupakan hal yang amat penting
bagi kesuksesan seseorang. John Maxwell menulis, “Semua keberhasilan hidup
berasal dari memulai hubungan dengan orang yang tepat dan kemudian memperkuat
hubungan-hubungan itu dengan menggunakan keterampilan yang baik dalam
berhubungan.”kalau kita ingin meningkatkan sukses dalam hidup ini, salah satu
caranya adalah belajar membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain
B.
Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis
maupun bagi orang lain yang membacanya. Selain itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu lancarnya pembuatan makalah ini. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala
kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya,
penulis
dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul
guna penyempurnaan makalah
ini.
DAFTAR
PUSTAKA
http://bksahabat.blogspot.com/2012/11/membina-hubungan-baik-dengan-sesama.html
http://ebookbrowse.com/membina-hubungan-sosial-yang-baik-dengan-teman-sebaya-pdf-d34940208

Tidak ada komentar:
Posting Komentar