Selasa, 14 Mei 2013


Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek …

aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek …aku mau menyontek saja!

aku capek. sangat capek …

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! …

aku capek, sangat capek … aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung …aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku …

aku capek ayah, aku capek menahan diri …aku ingin seperti mereka…

mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! .. ”

sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata

” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu ”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak

kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang …

lalu sang anak pun mulai mengeluh

” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” …

sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang …

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini !”

sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“ Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah …?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu ”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi … ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri … maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri … seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya … maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang … maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

=====

Sebuah renungan untuk kami, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

Pahitnya PROSES Manisnya HASIL

Senin, 13 Mei 2013








MAKALAH
MEMBINA HUBUNGAN BAIK DENGAN TEMAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
BK Pribadi Sosial
Dosen Pengampu : Sukoco KW, M.Pd


                                  Nama                        : Restu Hidayat
                                  NPM                         : 1111500042
                                  Semester/Kelas         : III C
                                

BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Jl. Halmahera KM. 1 Kota Tegal – Telp/Fax (0283) 351082
2012
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah,Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Makalah ini disusun dalam rangka untuk melaksanakan tugas dari dosen kami Bapak Sukoco KW, M.Pd selaku pengampu Mata Kuliah BK Pribadi Sosial . Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

           

Tegal, Desember 2012

                                                                                                Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .............................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 4
C. Tujuan ......................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN
A.    Tips-Tips Membina Hubungan Baik Dengan Teman..................................... 5
B.     Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik.............................................. 12

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan .............................................................................................. 12
B.     Saran ........................................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 18


BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Permasalahan
Manusia sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial tidak bisa lepas dari hubungan antara sesama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial kita pasti membutuhkan bantuan orang lain, misalnya ada kesulitan PR kita tanya kepada teman, ketika sakit kita pergi ke dokter, ketika membutuhkan makanan kita pergi ke minimarker atau supermarket. Dalam menjalin hubungan ada tata cara yang harus diperhatikan agar kita bisa memiliki banyak teman dan tidak membuat orang lain merasa tidak suka terhadap kita. Ketrampilan atau keahlian berhubungan dengan orang lain merupakan hal yang amat penting bagi kesuksesan seseorang. John Maxwell menulis, “Semua keberhasilan hidup berasal dari memulai hubungan dengan orang yang tepat dan kemudian memperkuat hubungan-hubungan itu dengan menggunakan keterampilan yang baik dalam berhubungan.”

B.       Rumusan Masalah
1.       Bagaimana membina hubungan baik dengan teman?
2.      Apa Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik?

C.      Tujuan
 Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui cara/tips-tips untuk menjalin hubungan baik dengan teman.
2.      Mengetahui Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik

3.       
BAB I
PEMBAHASAN

A.      Tips-Tips Membina Hubungan Baik Dengan Teman

Berikut ini ada beberapa cara untuk menjaga hubungan baik dengan teman ataupun dengan orang yang belum kita kenal. Berikut cara untuk mencaga sebuah hubungan pertemanan :
1.    Hormatilah teman
Teman ada yang sebaya dengan kita, bahkan ada yang lebih tua dari kita oleh krenanya sudah sepantasnya kita menghormati dan menyanyangi mereka.
2.      Tidak bercanda keterlaluan
Kalau kita bercanda gurau hal-hal yang kecil tidak masalah, tapi kalau sudah diluar batas misalnya kita bergurau dengan menggunakan nama keluarga dari teman kita atau kita bergurau dengan menyebarkan rahasia mereka, maka hal ini bisa merusak hubungan pertemanan. Jadi pilih bahan yang baik dan jangan sampai menyinggung teman kita.
3.      Sesekali kumpul
Biasanya kalau ada kesempatan di har libur sesekali ajak teman kita untuk kumpul bareng, misalnya olahraga bareng, bersepeda bareng, mengaji bareng, ke majelis taklim  (pengajian) bareng, ke toko buku bareng, hal ini berfungsi untuk mengakrabkan diri kita. Tapi jangan terlalu sering pergi ke luar bareng, karena akan terasa jenuh.

4.      Senang membantu Bantu
Bantulah teman jika mengalami kesulitan, misalnya teman sulit memahami pelajaran, menemani teman untuk pergi ke toko buku. Membantu teman dalam hal yang positif sangat dianjurkan tapi jangan sekali-kali membantu teman jika mereka berbuat salah atau melanggar peraturan, misalnya ikut-ikutan teman berkata jorok, ikut-ikutan teman melihat video porno, ikut-ikutan teman pura-pura sakit di UKS, ikut-ikutan teman bermain game.
5.      Ibadah berjamaah
Selain mendapatkan pahala yang berlipat, beribadah dengan teman akan semakin menambah akrab dengan teman.
6.      Saling mengingatkan
Ini harus kita biasakan, tapi ingat mengingatkan untuk kegiatan dan hal-hal yang positif saja misalnya mengingatkan jangan terlalu rame, mengingatkan harus mengerjakan tugas. Mengingatkan teman itu penting karena sifat dasar manusia yang pelupa hampir ada di setiap manusia.

7.      Berbagi
Kalau kita memiliki bekal lebih saling berbagi dan memberi dengan teman itu adalah perbuatan yang terpuji dan harus dilakukan dalam kegiatan kita sehari-hari.


8.      Tersenyumlah
Senyum adalah bahasa keramahan universal. Artinya dimanapun kita berada ketika kita tersenyum pada seseorang hal itu pasti diartikan sebagai sikap ramah tamah!
Bahkan ada yang mengatakan,” “Senyum adalah lengkungan kecil yang menyelesaikan banyak masalah besar.” Dalam kaitannya dengan menjalin hubungan dengan orang lain banyak sekali manfaat senyuman, seperti : membuat mood tetap positif, membuat kesan bersahabat kepada orang lain dsb.
9.      Berusahalah “hadir”
Kita bisa ada disatu tempat, tapi sebenarnya kita tidak hadir disana. Mis: badan kita bisa ada di ruang kuliah, namun hati kita ada dilapangan bola. Nah, untuk menghadapi orang sulit kita harus bersedia “hadir” baik secara fisik maupun mental
Dengan “Hadir”, kita memberi kesan kepada mereka bahwa kita :
a.       Menghargai mereka
Tidak ada yang lebih baik dalam berhubungan dibanding kehadiran diri kita secara utuh.
Dengan kita hadir secara utuh )fisik dan hati) maka orag yang sedang kita ajak bicara akan merasa dihargai.
b.      Siap mendengarkan mereka
Semua orang suka didengarkan. Menurut para ahli ada 5 (lima) tahapan kebutuhan emosi manusia (personal needs) yang harus kita perhatikan saat kita berkomunikasi yaitu:
(1) Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai
(2)Kebutuhan untuk didengarkan dan dimengerti
(3)Kebutuhan untuk dilibatkan
(4)Kebutuhan untuk dipercayai
(5)Kebutuhan untuk didukung.
10.  Lakukan kontak mata
Dalam berkomunikasi kontak mata itu amat sangat pengting.Kita perlu menatap lawan bicara kita, tapi jangan sampai terkesan memelototinya. Bayangkan kalau seseorang berbicara dengan anda tanpa menatap mata anda, pasti anda akan merasa kurang dihargai.
Para peneliti menyelidiki dan melihat seberapa banyak kontak mata yang umumnya terjadi dalam interaksi satu lawan satu. Dan hasilnya kebanyakan orang melakukan kontak mata sebanyak 45 - 60 % dari jumlah waktu yang mereka gunakan.
Apa akibat dari kurangya kontak mata dalam berkomunikasi ?
a.       orang yang kurang melakukan kontak mata dipandang negatif dalam beberapa hal.
b.      Mereka di anggap licik,
c.       Mereka tidak menarik dalam bersosialisasi
d.      mereka dianggap kurang meyakinkan di bandingkan orang yang melakukan kontak mata lebih banyak.

11.  Hafalkan dan sebut nama lawan bicara anda
Orang akan sangat merasa dihargai ketika namanya dihafal dan sering diucapkan dalam sebuah percakapan! Dale Carnegie (Bapak Motivasi Amerika) berkata : “ Hal paling merdu didengar oleh seseorang adalah ketika ia dipangil namanya.”
Seorang motivator Indonesia bahkan pernah berkata :” Mengucapkan nama dengan benar membangun hubungan dan membuka banyak pintu.” Jadi, selalu usahakan untuk hafal nama lawan bicara anda!

12.  Sedikit bicara, banyaklah mendengarkan
Orang sering salah kaprah bahwa esensi dari komunikasi itu adalah berbicara. Padahal yang benar adalah mendengarkan. Setiap orang suka didengarkan. Itu sebabnya Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara!
Orang akan merasa sedih dan tidak bahagia ketika “tidak didengarkan” atau dikucilkan.
Ada perbedaan antara sekedar mendengar dan mendengarkan.
a.       Mendengar (inggris - Hear )
Mendengar tanpa menyimak, hanya sambil lalu saja.
Contoh : kita mendengar kicauan burung ketika sedang membaca koran diteras rumah.
b.      Mendengarkan (inggris - Listen)
Ini berarti mendengarkan dengan sungguh-sungguh, menyimak dengan serius.
Contoh : Murid mendengarkan pengajaran guru di kelas


13.  Berusaha memahami
Stephen Covey (ahli manejemen dunia) mengatakan, salah satu kebiasaan orang yang sukses adalah berusaha memahami orang lain dulu, baru minta dipahami! Lalu bagaimana cara memahami orang lain ?
(a) Berfokuslah kepadanya
Ketika berbicara dengan seseorang, perhatian anda wajib diarahkan kepada lawan bicara anda.Kalau anda suka lirak-lirik kekanan atau kekiri, lawan bicara anda akan tahu bahwa anda tidak memperhatikan dirinya.
(b) Berempatilah
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain.
Misalnya, ketika teman kita sedang senang maka kita paham dan bisa merasakan kegembiraannya dan kita pun ikut tersenyum. Begitu pula ketika teman kita mengalami kesulitan atau sedang sedih karena kehilangan orang yang dicintainya maka kita bisa juga merasakan bagaimana perasaan kehilangan tersebut. Dengan berempati berrati anda sudah memahami orang tersebut.

14.  Angkatlah orang lain
John C. Maxwell pernah mengajarkan sebuah prinsip yang disebutnya : ”Prinsip Lift.”
Prinsip ini mengatakan bahwa hubungan yang kita bangun bisa menaikkan atau malahan menjatuhkan orang lain. Seperti lift yang bisa naik dan turun.
Nah, kita seharusnya sealu mengupayakan agar hubungan kita dengan orang lain selalu bisa mengangkat orang tersebut! Bagaimana caranya ?
(a) Berikan Pujian
Pujian berdampak sangat positif pada jiwa manusia.Orang yang seringdipuji akan menunjukan prestasi yang lebih baik disbanding dengan yang jarang dipuji.
(b) Berikan dorongan
Semua orang membutuhkan dorongan agar bisa berprestasi. Pernah diadakan penelitian tentang ketahanan manusia berdiri di atas balok es. Peserta pertama di tempat tertutup tanpa penonton yang menyoraki. Peserta ke dua di tempat terbuka dan disoraki banyak orang. Hasilnya: yang disoraki dan di dukung banyak orang mampu bertahan 2 kali lebih lama daripada yang tidak.
kalau kita ingin meningkatkan sukses dalam hidup ini, salah satu caranya adalah belajar membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
B.     Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik
Hadits di atas mengandung faedah bahwa bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh kebaikan dari yang dilakukan teman kita.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan pertemanan dengan dua contoh (yakni penjual minyak wangi dan seorang pandai besi). Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan memeberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding dengannya , engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi. Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. Dia juga akan memeberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.
Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaanya kepadamu. (Bahjatu Quluubil Abrar148)
BAB III
PENUTUP

A.         Kesimpulan
Dari pemaparan makalah diatas, dapat disimpulkan bahwa Dalam menjalin hubungan ada tata cara yang harus diperhatikan agar kita bisa memiliki banyak teman dan tidak membuat orang lain merasa tidak suka terhadap kita. Ketrampilan atau keahlian berhubungan dengan orang lain merupakan hal yang amat penting bagi kesuksesan seseorang. John Maxwell menulis, “Semua keberhasilan hidup berasal dari memulai hubungan dengan orang yang tepat dan kemudian memperkuat hubungan-hubungan itu dengan menggunakan keterampilan yang baik dalam berhubungan.”kalau kita ingin meningkatkan sukses dalam hidup ini, salah satu caranya adalah belajar membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain

B.          Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi orang lain yang membacanya. Selain itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu lancarnya pembuatan makalah ini. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga  makalah ini dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

http://bksahabat.blogspot.com/2012/11/membina-hubungan-baik-dengan-sesama.html
http://ebookbrowse.com/membina-hubungan-sosial-yang-baik-dengan-teman-sebaya-pdf-d34940208